Starter Anker Dorong
Konstruksi Dasar
- Pinion
- Kumparan Penarik
- Kuparan Fiksasi/penahan
- Kumparan seri / utama
- Relai starter
- Pegas pengembali
- Tuas Penahan
- Piringan Pelepas
- Sepatu Katup
- Anker
Gerakan dorong aksial pinion dilakukan oleh langsung oleh anker itu sendiri . Oleh sebab itu komutator dibuat panjang
Starter anker dorong mempunyai 3 kumparan
- Kumparan penarik (2)
- Kumparan fiksasi / penahan (3)
- Kumparan seri / utama (4)
Kumparan penarik dirangkai seri terhadap anker berfungsi untuk mendorong maju anker selama proses pengaitan pinion pada roda gaya. Arus seri itu memutar anker pelan – pelan supaya pinion mudah mengait.
Kumparan fiksasi (penahan) selalu bekerja supaya anker tetap pada posisi start. Kumparan utama (medan) baru bekerja pada saat pinion mengait penuh.
Kegunaan atau Fungsi dari Motor Starter Anker Dorong
Starter anker dorong digunakan motor – motor bertenaga menegah seperti truk besar, traktor, pembangkit tenaga listrik dan lain – lain. Starter anker dorong mempunyai tenaga putar + 2,5 ÷ 6 HPProses Kerja Starter Anker Dorong
Posisi Diam
- Kunci Kontak OFF - anker dan relai belum teraliri listrik
- Kedudukan anker sedikit di luar kumparan medan
- Pinion tidak berkaitan dengan roda gaya
Langkah 1 - Menghubungkan
Kunci kontak “ON” ----- relai bekerja dan kontak penghubung pertama terhubung kumparan penarik dan kumparan fiksasi membangkit medan magnet. Anker ditarik ke arah kumparan medan dan berputar lambat, Anker terus maju hingga pinion mulai mengait. Tuas penahan terangkat oleh piringan pelepasLangkah 2
- Pinion mengait penuh
- Sewaktu tuas penahan terangkat penuh, relai menarik kontak penghubung hingga kontak terhubung penuh ---- Arus utama mengalir ke kumparan seri ---- Anker ---- Massa ---Starter bekerja
- Kumparan fiksasi dan penarik tetap bekerja
Motor sudah hidup, putaran anker naik , arus pada kumparan seri menurun. Hanya kumparan fiksasi menahan anker tetap dalam kedudukannya
Post a Comment